Indonesia Tidak Sendirian

Software open source sekarang makin marak digandrungi sebagian besar pengguna sistem informasi. Nggak kalah hebatnya Indonesia menjadi negara pertama yang mengadakan Gerakan penggunaan sofware legal berbasis open source yang dinamakan IGOS (Indonesian Go Open Source). Indonesia tidak sendiri lho… karena banyak negara lain kini mulai mengikuti pencanangan gerakan ini.

Indonesia tidak sendirian dalam menggalang dan mensosialisasikan penggunaan software open source, menurut DEPUTI Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek), Carunia Mulya Firdausy (Jurnal Nasional, 8 November 2007). Terbukti dengan diadakannya workshop yang bertajuk “Workshop on Open Source” di Tangerang, Banten dihadiri juga oleh Negara di ASEAN, seperti Laos, Myanmar, Kamboja dan Vietnam.

Workshop ini juga berperan dalam menjalin kerja sama antar Negara-negara khususnya ASEAN dalam memanfaatkan informasi dan sosialisasi software open source legal. Sehingga software tersebut akan menjadi suatu kebutuhan dalam mengembangkan teknologi informasi.

Peranan open source ini, bukanlah untuk menggantikan keberadaan software yang sudah kenamaan seperti Microsoft. Karena software ini hanyalah sebagai alternatif bagi pengguna software illegal untuk beralih menggunakan software legal. Tentunya sebagai pengguna open source, bisa saja tidak hanya mengeksploitasi, tetapi juga mengembangkan software yang sudah ada, malahan pengguna dapat juga membuat sendiri software open source. Serta tetap kurangi pembajakan !


Published in:  on November 22, 2007 at 3:37 am Leave a Comment
Tags: , ,

Indonesia Targetkan Open Source 300 ribu

Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) mengagendakan tahun depan akan mensosialisasikan software legal open source, secara khusus untuk departemen-departemen dan tidak tanggung-tanggung sampai menyeluruh, dari departemen pemerintahan sampai masyarakat luas. Sampai-sampai menargetkan 300 ribu pengguna open source akan dicapai pada tahun 2010.

Dari workshop di Tangerang, Banten yang bertajuk “Workshop on Open Source”,  Deputi Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Ristek), Carunia Mulya Firdausy mengatakan bahwa Indonesia merupakan pionir bagi Gerakan Open Source Software(OSS) dan Gerakan Go Open Source (IGOS) sehingga negara tetangga seperti Laos, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja turut andil dalam menyukseskan Asean Go Open Source. 

Target yang diharapkan oleh Indonesia sendiri, seperti yang dikutip dari Investory Daily (Salma, IR., Kamis 8/11/07) sebanyak 300 ribu orang pengguna open source pada tahun 2010. Mulai tahun 2008 mendatang Kementerian Ristek akan mensosialisasikan penggunaan OSS ini, khususnya pada instansi pemerintahan. Untuk sosialisasikan ke masyarakat umum dilakukan oleh 13 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. 

Sebagai perbandingan semangat Go Open Source, Vietnam sendiri menargetkan pengguna software tersebut bisa mencapai 50% pada tahun 2010. Langkah kongkrit dilakukan Vietnam untuk mensosialisasikan penggunaan OSS ini melalui media elektronik, seperti pada penayangan iklan konsumsi masyarakat. 

Target yang harus dicapai juga dipengaruhi tingkat kualitas dari OSS itu sendiri. Mengapa demikian? Jika kualitas OSS masih dibawah standar, maka para pengguna software ilegal tidak akan beralih pada OSS. Dengan demikian tingkat pembajakan pun tidak akan berkurang.

Published in:  on at 3:34 am Leave a Comment
Tags: , ,